Rabu, 11 Desember 2013

SAP Meniere



SATUAN ACARA PENYULUHAN
MENIERE
 

Topik                           : Meniere
Sub Topik                    : Pencegahan dan Penanganan Meniere
Sasaran                        : Mahasiswa STIKes Ngudia Husada Madura
Hari/Tanggal               : Minggu, 08 Desember 2013
Waktu / Jam                : 15 Menit
Tempat                        : Aula Kampus B Ngudia Husada Madura
Peserta                         : Mahasiswa STIKes Ngudia Husada Madura
Penyuluh                     : Nurul Komariyah
 

I.            TUJUAN UMUM

Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan mahasiswa STIKes Ngudia Husada Madura mampu mengetahui cara – cara pencegahan dan penanganan meniere dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.

II.            TUJUAN KHUSUS

Serelah diberikan penyuluhan selama 40 menit Mahasiswa STIKes Ngudia Husada Madura mampu :
1.      Menjelaskan pengertian meniere
2.      Menjelaskan tentang penyebab meniere
3.      Menjelaskan tentang patofiologi meniere
4.      Menjelaskan tentang gejala meniere
5.      Menjelaskan cara pencegahan meniere
6.      Menjelaskan cara pengobatan meniere

III.            MATERI (terlampir)

1.      Pengertian Meniere
2.      Penyebab Meniere
3.      Patofisiologi Meniere
4.      Gejala Meniere
5.      Pencegahan Meniere
6.      Cara pengobatan Meniere

 

IV.            METODE PENYULUHAN

a.Ceramah
b.Tanya Jawab

V.            MEDIA

1.      LCD
2.      Leaflet
3.      Laptop

VI.                        KEGIATAN PENYULUHAN
No
Tahapan  waktu
Kegiatan pembelajaran
Kegiatan peserta
1
Pembukaan
( 10 menit )
1.  Mengucapkan salam
2.  Memperkenalkan diri

3.  Kontrak waktu
4.  Menjelaskan                                tujuan pembelajaran
5.  Apersepsi konsep meniere
1.     Menjawab salam
2.     Mendengarkan dan memperhatikan
3.     Menyetujui
4.     Mendengarkan dan memperhatikan
5.     Mendengarkan dan memperhatikan
2
Kegiatan Inti
( 20 menit )
1.      Menjelaskan  tentang pengertian meniere
2.      Menjelaskan  etiologi dari meniere
3.      Menjelaskan patofisiologi meniere
4.      Menjelaskan gejala meniere
5.      Menjelaskan manifestasi klinik

6.      Menjelaskan penatalaksanaan meniere

1.      Mendengarkan  dan memperhatikan

2.      Mendengarkan dan memperhatikan

3.      Mendengarkan dan memperhatikan

4.      Mendengarkan dan memperhatikan
5.      Mendengarkan dan memperhatikan

6.      Mendengarkan

3
Penutup
( 10  menit )
1.       Kesimpulan dari pembelajaran 
2.       Salam penutup
1.Mendengarkan

2.Mendengarkan dan menjawab salam


VII.            KRITERIA EVALUASI :

Pertanyaan secara lisan
a.          Apa pengertian meniere ?
b.         Sebutkan etiologi meniere?
c.          Apa saja pengobatan dari meniere?

VIII.            DAFTAR PUSTAKA

IX.            MATERI PENYULUHAN MENIERE

                                                       
1.      PENGERTIAN MENIERE
Penyakit Meniere pertama kali dijelaskan oleh seorang ahli dari Perancis bernama Prospere Meniere dalam sebuah artikel yang diterbitkannya pada tahun 1861. Definisi penyakit Meniere adalah suatu penyakit pada telinga dalam yang bisa mempengaruhi pendengaran dan keseimbangan.Penyakit ini ditandai dengan keluhan berulang berupa vertigo, tinnitus, dan pendengaran yang berkurang ssecara progresif, biasanya pada satu telinga.Penyakit ini disebabkan oleh peningkatan volume dan tekanan dari endolimfe pada telinga dalam. 

2.      PENYEBAB MENIERE
Berikut akan dijelaskan mengenai penyebab yang dianggap dapat mencetuskan penyakit Meniere:
1.      Virus Herpes (HSV)
Herpes virus banyak ditemukan pada pasien Meniere. Pernah ada laporan bahwa 12 dari 16 pasien Meniere terdapat DNA virus herpes simpleks pada sakus endolimfatikusnya. Selain itu pernah dilaporkan juga pada pasien Meniere yang diberi terapi antivirus terdapat perbaikan.Tetapi anggapan ini belum dapat dibuktikan seluruhnya karena masih perlu penelitian yang lebih lanjut.
2.      Herediter
Pada penelitian didapatkan 1 dari 3 orang pasien mempunyai orang tua yang menderita penyakit Meniere juga.Predisposisi herediter dianggap mempunyai hubungan dengan kelainan anatomis saluran endolimfatikus atau kelainan dalam sistem imunnya.
3.       Alergi
Pada pasien Meniere didapatkan bahwa 30% diantaranya mempunyai alergi terhadap makanan. Hubungan antara alergi dengan panyakit Meniere adalah sebagai berikut :
·         Sakus endolimfatikus mungkin menjadi organ target dari mediator yang dilepaskan pada saat tubuh mengadakan reaksi terhadap makanan tertentu.
·         Kompleks antigen-antibodi mungkin menggangu dari kemampuan filtrasi dari sakus endolimfatikus
·         Ada hubungan antara alergi dan infeksi virus yang menyebabkan hidrops dari sakus endolimfatikus
4.       Trauma kepala
Jaringan parut akibat trauma pada telinga dalam dianggap dapat menggangu aliran hidrodinamik dari endolimfatikus.Anggapan ini diperkuat dengan adanya pasien Meniere yang mempunyai riwayat fraktur tulang temporal.
5.      Autoimun
Ada pula anggapan dari ahli yang menyatakan bahwa hidrops endolimfe bukan merupakan penyebab dari penyakit Meniere. Ini dikatakan oleh Honrubia pada tahun 1999 dan Rauch pada tahun 2001 bahwa pada penelitian otopsi ditemukan hidrops endolimfe pada 6% dari orang yang tidak menderita penyakit Meniere. Penelitian yang banyak dilakukan sekarang difokuskan pada fungsi imunologik pada sakus endolimfatikus.Beberapa ahli berpendapat penyakit Meniere diakibatkan oleh gangguan autoimun. Brenner yang melakukan penelitian pada tahun 2004 mengatakan bahwa pada sekitar 25 % penderita penyakit Meniere didapatkan juga penyakit autoimun terhadap tiroid. Selain itu Ruckenstein pada tahun 2002 juga mendapatkan pada sekitar 40 % pasien penderita penyakit Meniere didapatkan hasil yang positif pada pemeriksaan autoimun darah seperti Rheumatoid factor, Antibodi antiphospholipid dan Anti Sjoegren.

3.      PATOFISIOLOGI
Secara patologis, penyakit Meniere disebabkan oleh pembengkakan pada kompartemen endolimfatik, bila proses ini berlanjut dapat terjadi ruptur membran Reissner sehingga endolimfe bercampur dengan perilimfe. Hal ini meyebabkan gangguan pendengaran sementara yang kembali pulih setelah membrana kembali menutup dan cairan endolimfe dan perilimfe kembali normal.Hal ini yang menyebabkan terjadinya ketulian yang dapat sembuh bila tidak terjadinya serangan.
Terjadinya Low tone Hearing Loss pada gejala awal yang reversibel disebabkan oleh distorsi yang besar pada daerah yang luas dari membrana basiler pada saat duktus koklear membesar ke arah skala vestibuli dan skala timpani.
Mekanisme terjadinya serangan yang tiba-tiba dari vertigo kemungkinan disebabkan terjadinya penonjolan-penonjolan keluar dari labirin membranasea pada kanal ampula.  Penonjolan kanal ampula secara mekanis akan memberikan gangguan terhadap krista. Tinitus dan perasaan penuh di dalam telinga pada saat serangan mungkin disebabkan tingginya tekanan endolimfatikus.

4.      GEJALA MENIERE
Tanda-tanda dan gejala utama dari penyakit Meniere adalah:
1.  Vertigo yang berulang
            Vertigo adalah sensasi yang mirip dengan pengalaman ketika tubuh berputar cepat beberapa kali dan tiba-tiba berhenti. Tubuh akan merasa seolah-olah ruangan berputar dan kehilangan keseimbangan.
            Episode vertigo terjadi tanpa peringatan dan biasanya berlangsung selama 20 menit sampai dua jam atau lebih, bahkan hingga 24 jam. Vertigo yang berat dapat menyebabkan mual dan muntah.
2.       Gangguan pendengaran.
            Gangguan pendengaran pada penyakit Meniere dapat berfluktuasi, terutama pada permulaan penyakit. Kebanyakan penderita Meniere mengalami gangguan pendengaran permanen akhirnya.
3.      Tinnitus
            Tinnitus adalah suara dering, mendengung, meraung, bersiul atau mendesis di telinga. Pada penyakit Meniere, tinnitus sering terdengar pada nada rendah.
4.  Kepenuhan aural
            Kepenuhan aural adalah perasaan penuh atau tekanan dalam telinga.

            Gejala penyakit Meniere dimulai dengan perasaan penuh di telinga, kemudian terjadi tinnitus dan penurunan fungsi pendengaran diikuti dengan vertigo yang berat disertai mual dan muntah. Gejala ini bisa berlangsung dua sampai tiga jam.
            Tingkat keparahan, frekuensi, dan durasi gangguan bervariasi, terutama pada awal penyakit. Sebagai contoh, bisa saja hanya muncul gejala vertigo berat yang sering, sedangkan gejala lainnya hanya ringan.
Atau bisa saja vertigo dan kehilangan pendengaran yang dialami hanya ringan dan jarang, namun tinnitus yang lebih sering mengganggu.

5.      PENCEGAHAN MENIERE
1.      Tidurlah dengan posisi kepala yang agak tinggi
2.      Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu sebelum kita berdiri dari tempat tidur
3.      Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang
4.      Hindari posisi mendongakkan kepala, misalnya untuk mengambil suatu benda dari ketinggian
6.      Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala dalam posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam posisi mendongak.
7.      Lindungi pendengaran anda di tempat kerja. Gunakan sumbat-sumbat telinga atau alat-alat penutup telinga.
8.      Ketika berada di sekitar segala bunyi yang mengganggu telinga-telinga anda (concert, acara olahraga, berburu) pakailah pelindung pendengaran atau mengurangi tingkat-tingkat bunyi.
9.      Bahkan bunyi-bunyi setiap hari, seperti blow untuk mengeringkan rambut anda atau menggunakan pemotong rumput, dapat memerlukan perlindungan. Siapkan sumbat-sumbat telinga atau penutup-penutup telinga untuk aktivitas-aktivitas ini.

6.      CARA PENGOBATAN MENIERE
Tidak ada obat untuk penyakit Meniere, tetapi sejumlah cara dapat membantu mengelola gejala-gejalanya. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan penderita penyakit Meniere merespon terhadap pengobatan, meskipun gangguan pendengaran jangka panjang sulit dicegah.
a.      Obat untuk vertigo
Dokter mungkin meresepkan obat yang harus diambil selama vertigo untuk mengurangi parahnya gejala:
1. Obat penyakit gerakan seperti meclizine (Antivert) atau diazepam (Valium) dapat mengurangi sensasi berputar yang diakibatkan vertigo dan membantu mengontrol mual dan muntah.
2. Obat anti mual seperti prometazin dapat mengontrol mual dan muntah selama mengalami vertigo.
b.      Pengobatan jangka panjang
Dokter akan meresepkan obat untuk memperlancar buang air kecil (diuretik) seperti kombinasi obat triamterene dan hidroklorotiazid. Mengurangi jumlah cairan tubuh dapat membantu mengatur volume cairan dan tekanan di telinga bagian dalam.
Bagi sebagian orang, diuretik membantu mengendalikan tingkat keparahan dan frekuensi gejala penyakit Meniere.
Karena obat diuretik menyebabkan lebih sering buang air kecil, tubuh bisa kehabisan mineral tertentu. Jika meminum obat diuretik, pastikan setiap minggu memakan tiga atau empat porsi ekstra makanan kaya kalium seperti pisang, melon, jeruk, bayam dan ubi jalar.
c.       Terapi dan prosedur noninvasif
Beberapa penderita Meniere dapat menjalani terapi dan prosedur noninvasif seperti:
1.      Rehabilitasi.
            Jika mengalami masalah dengan keseimbangan tubuh selama mengalami ertigo, rehabilitasi vestibular akan sangat membantu. Tujuan dari terapi ini adalah untuk membantu tubuh dan otak mengembalikan kemampuan untuk memproses informasi dengan benar.
2.      Alat bantu pendengaran
Dokter bisa merujuk ke audiolog untuk mendiskusikan apakah alat bantu pendengaran dapat menjadi pilihan terbaik.
3.      Perangkat Meniett.
Perangkat yang disebut generator pulsa Meniett memberikan tekanan ke saluran telinga melalui tabung ventilasi. Pengobatan ini dilakukan di rumah tiga kali sehari selama lima menit.
d.      Suntikan obat ke telinga bagian tengah
Obat disuntikkan ke dalam telinga tengah dan kemudian diserap ke dalam telinga bagian dalam untuk memperbaiki gejala vertigo:
1. Gentamisin, antibiotik yang meracuni ke telinga dalam, mengurangi keseimbangan telinga. Metode ini sering berhasil mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan vertigo. Risikonya, terjadi gangguan pendengaran lebih lanjut.
2. Steroid juga dapat membantu mengendalikan serangan vertigo pada beberapa orang. Meskipun deksametason sedikit kurang efektif dibanding gentamisin, deksametason lebih kurang berisiko.
e.       Operasi
Jika serangan vertigo yang berhubungan dengan penyakit Meniere sangat parah dan perawatan lainnya tidak dapat membantu, operasi nampaknya menjadi pilihan.
Prosedurnya meliputi:
1.      Prosedur kantung Endolimfatik.
Kantung endolimfatik berperan dalam mengatur kadar cairan telinga dalam. Prosedur-prosedur bedah dapat mengurangi vertigo dengan mengurangi produksi cairan atau meningkatkan penyerapan cairan.
2.      Dalam dekompresi endolimfatik kantung, sebagian kecil tulang akan dihapus dari kantung endolimfatik.
Dalam beberapa kasus, prosedur ini ditambah dengan penempatan shunt, yaitu tabung yang mengalirkan cairan yang berlebihan dari telinga bagian dalam.
3.      Bagian vestibular saraf.
Prosedur ini melibatkan pemotongan saraf yang menghubungkan sensor keseimbangan dan gerakan dalam telinga bagian dalam ke otak (saraf vestibular). Prosedur ini biasanya mampu memperbaiki gangguan vertigo.
4.      Labyrinthectomy.
Ahli bedah menghapus sebagian atau seluruh telinga bagian dalam, sehingga membebaskan alat keseimbangan dan fungsi pendengaran dari telinga yang terkena. Prosedur ini dilakukan hanya jika sudah terjadi gangguan pendengaran dekat atau total.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar