SATUAN ACARA
PENYULUHAN
MENIERE
Topik :
Meniere
Sub Topik :
Pencegahan dan Penanganan Meniere
Sasaran : Mahasiswa STIKes
Ngudia Husada Madura
Hari/Tanggal :
Minggu, 08 Desember 2013
Waktu / Jam :
15 Menit
Tempat :
Aula Kampus B Ngudia Husada Madura
Peserta :
Mahasiswa STIKes Ngudia Husada Madura
Penyuluh :
Nurul Komariyah
I. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan mahasiswa STIKes
Ngudia Husada Madura mampu mengetahui cara – cara pencegahan dan penanganan meniere
dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.
II. TUJUAN KHUSUS
Serelah diberikan penyuluhan selama 40 menit Mahasiswa
STIKes Ngudia Husada Madura mampu :
1. Menjelaskan
pengertian meniere
2. Menjelaskan
tentang penyebab meniere
3. Menjelaskan
tentang patofiologi meniere
4. Menjelaskan
tentang gejala meniere
5. Menjelaskan
cara pencegahan meniere
6. Menjelaskan
cara pengobatan meniere
III. MATERI (terlampir)
1. Pengertian
Meniere
2. Penyebab
Meniere
3. Patofisiologi
Meniere
4. Gejala
Meniere
5. Pencegahan
Meniere
6. Cara
pengobatan Meniere
IV. METODE PENYULUHAN
a.Ceramah
b.Tanya Jawab
V. MEDIA
1.
LCD
2.
Leaflet
3.
Laptop
VI.
KEGIATAN
PENYULUHAN
|
No
|
Tahapan waktu
|
Kegiatan pembelajaran
|
Kegiatan peserta
|
|
1
|
Pembukaan
( 10 menit )
|
1. Mengucapkan salam
2. Memperkenalkan diri
3. Kontrak waktu
4. Menjelaskan tujuan
pembelajaran
5. Apersepsi konsep meniere
|
1. Menjawab salam
2. Mendengarkan dan memperhatikan
3. Menyetujui
4. Mendengarkan dan memperhatikan
5. Mendengarkan dan memperhatikan
|
|
2
|
Kegiatan Inti
( 20 menit )
|
1. Menjelaskan tentang pengertian meniere
2. Menjelaskan etiologi dari meniere
3. Menjelaskan patofisiologi meniere
4. Menjelaskan gejala meniere
5. Menjelaskan manifestasi klinik
6. Menjelaskan penatalaksanaan meniere
|
1. Mendengarkan dan memperhatikan
2. Mendengarkan dan memperhatikan
3. Mendengarkan dan memperhatikan
4. Mendengarkan dan memperhatikan
5. Mendengarkan dan memperhatikan
6. Mendengarkan
|
|
3
|
Penutup
( 10 menit )
|
1. Kesimpulan dari pembelajaran
2. Salam penutup
|
1.Mendengarkan
2.Mendengarkan dan menjawab salam
|
VII. KRITERIA EVALUASI :
Pertanyaan secara lisan
a.
Apa
pengertian meniere ?
b.
Sebutkan
etiologi meniere?
c.
Apa
saja pengobatan dari meniere?
VIII.
DAFTAR
PUSTAKA
IX. MATERI PENYULUHAN MENIERE
1. PENGERTIAN
MENIERE
Penyakit Meniere pertama kali dijelaskan oleh
seorang ahli dari Perancis bernama Prospere Meniere dalam sebuah artikel yang
diterbitkannya pada tahun 1861. Definisi penyakit Meniere adalah suatu penyakit
pada telinga dalam yang bisa mempengaruhi pendengaran dan keseimbangan.Penyakit
ini ditandai dengan keluhan berulang berupa vertigo, tinnitus, dan pendengaran
yang berkurang ssecara progresif, biasanya pada satu telinga.Penyakit ini
disebabkan oleh peningkatan volume dan tekanan dari endolimfe pada telinga
dalam.
2. PENYEBAB
MENIERE
Berikut akan dijelaskan mengenai penyebab yang
dianggap dapat mencetuskan penyakit Meniere:
1. Virus Herpes (HSV)
Herpes virus banyak ditemukan pada pasien Meniere. Pernah ada laporan bahwa
12 dari 16 pasien Meniere terdapat DNA virus herpes simpleks pada sakus
endolimfatikusnya. Selain itu pernah dilaporkan juga pada pasien Meniere yang
diberi terapi antivirus terdapat perbaikan.Tetapi anggapan ini belum dapat
dibuktikan seluruhnya karena masih perlu penelitian yang lebih lanjut.
2.
Herediter
Pada penelitian didapatkan 1 dari 3 orang
pasien mempunyai orang tua yang menderita penyakit Meniere juga.Predisposisi
herediter dianggap mempunyai hubungan dengan kelainan anatomis saluran
endolimfatikus atau kelainan dalam sistem imunnya.
3.
Alergi
Pada pasien Meniere didapatkan bahwa 30% diantaranya mempunyai alergi
terhadap makanan. Hubungan antara alergi dengan panyakit Meniere adalah sebagai
berikut :
·
Sakus
endolimfatikus mungkin menjadi organ target dari mediator yang dilepaskan pada
saat tubuh mengadakan reaksi terhadap makanan tertentu.
·
Kompleks
antigen-antibodi mungkin menggangu dari kemampuan filtrasi dari sakus
endolimfatikus
·
Ada
hubungan antara alergi dan infeksi virus yang menyebabkan hidrops dari sakus
endolimfatikus
4.
Trauma
kepala
Jaringan parut akibat trauma pada telinga dalam
dianggap dapat menggangu aliran hidrodinamik dari endolimfatikus.Anggapan ini
diperkuat dengan adanya pasien Meniere yang mempunyai riwayat fraktur tulang
temporal.
5.
Autoimun
Ada pula anggapan dari ahli yang menyatakan bahwa hidrops endolimfe bukan
merupakan penyebab dari penyakit Meniere. Ini dikatakan oleh Honrubia pada
tahun 1999 dan Rauch pada tahun 2001 bahwa pada penelitian otopsi ditemukan
hidrops endolimfe pada 6% dari orang yang tidak menderita penyakit Meniere.
Penelitian yang banyak dilakukan sekarang difokuskan pada fungsi imunologik
pada sakus endolimfatikus.Beberapa ahli berpendapat penyakit Meniere
diakibatkan oleh gangguan autoimun. Brenner yang melakukan penelitian pada
tahun 2004 mengatakan bahwa pada sekitar 25 % penderita penyakit Meniere
didapatkan juga penyakit autoimun terhadap tiroid. Selain itu Ruckenstein pada
tahun 2002 juga mendapatkan pada sekitar 40 % pasien penderita penyakit Meniere
didapatkan hasil yang positif pada pemeriksaan autoimun darah seperti
Rheumatoid factor, Antibodi antiphospholipid dan Anti Sjoegren.
3.
PATOFISIOLOGI
Secara patologis, penyakit Meniere disebabkan
oleh pembengkakan pada kompartemen endolimfatik, bila proses ini berlanjut
dapat terjadi ruptur membran Reissner sehingga endolimfe bercampur dengan
perilimfe. Hal ini meyebabkan gangguan pendengaran sementara yang kembali pulih
setelah membrana kembali menutup dan cairan endolimfe dan perilimfe kembali
normal.Hal ini yang menyebabkan terjadinya ketulian yang dapat sembuh bila
tidak terjadinya serangan.
Terjadinya Low tone Hearing Loss pada gejala
awal yang reversibel disebabkan oleh distorsi yang besar pada daerah yang luas
dari membrana basiler pada saat duktus koklear membesar ke arah skala vestibuli
dan skala timpani.
Mekanisme terjadinya serangan yang tiba-tiba
dari vertigo kemungkinan disebabkan terjadinya penonjolan-penonjolan keluar
dari labirin membranasea pada kanal ampula. Penonjolan kanal ampula
secara mekanis akan memberikan gangguan terhadap krista. Tinitus dan perasaan
penuh di dalam telinga pada saat serangan mungkin disebabkan tingginya tekanan
endolimfatikus.
4. GEJALA
MENIERE
Tanda-tanda dan gejala utama dari penyakit Meniere adalah:
1. Vertigo yang berulang
1. Vertigo yang berulang
Vertigo
adalah sensasi yang mirip dengan pengalaman ketika tubuh berputar cepat
beberapa kali dan tiba-tiba berhenti. Tubuh akan merasa seolah-olah ruangan
berputar dan kehilangan keseimbangan.
Episode
vertigo terjadi tanpa peringatan dan biasanya berlangsung selama 20 menit
sampai dua jam atau lebih, bahkan hingga 24 jam. Vertigo yang berat dapat
menyebabkan mual dan muntah.
2.
Gangguan pendengaran.
Gangguan
pendengaran pada penyakit Meniere dapat berfluktuasi, terutama pada permulaan
penyakit. Kebanyakan penderita Meniere mengalami gangguan pendengaran permanen
akhirnya.
3.
Tinnitus
Tinnitus
adalah suara dering, mendengung, meraung, bersiul atau mendesis di telinga.
Pada penyakit Meniere, tinnitus sering terdengar pada nada rendah.
4. Kepenuhan aural
4. Kepenuhan aural
Kepenuhan
aural adalah perasaan penuh atau tekanan dalam telinga.
Gejala penyakit Meniere dimulai dengan perasaan penuh di telinga, kemudian terjadi tinnitus dan penurunan fungsi pendengaran diikuti dengan vertigo yang berat disertai mual dan muntah. Gejala ini bisa berlangsung dua sampai tiga jam.
Gejala penyakit Meniere dimulai dengan perasaan penuh di telinga, kemudian terjadi tinnitus dan penurunan fungsi pendengaran diikuti dengan vertigo yang berat disertai mual dan muntah. Gejala ini bisa berlangsung dua sampai tiga jam.
Tingkat
keparahan, frekuensi, dan durasi gangguan bervariasi, terutama pada awal
penyakit. Sebagai contoh, bisa saja hanya muncul gejala vertigo berat yang
sering, sedangkan gejala lainnya hanya ringan.
Atau bisa saja vertigo dan
kehilangan pendengaran yang dialami hanya ringan dan jarang, namun tinnitus
yang lebih sering mengganggu.
5. PENCEGAHAN
MENIERE
1.
Tidurlah dengan posisi kepala yang agak tinggi
2.
Bangunlah secara perlahan dan duduk terlebih dahulu
sebelum kita berdiri dari tempat tidur
3.
Hindari posisi membungkuk bila mengangkat barang
4.
Hindari posisi mendongakkan kepala, misalnya untuk
mengambil suatu benda dari ketinggian
6.
Gerakkan kepala secara hati-hati jika kepala dalam
posisi datar (horisontal) atau bila leher dalam posisi mendongak.
7.
Lindungi pendengaran anda di tempat kerja. Gunakan
sumbat-sumbat telinga atau alat-alat penutup telinga.
8. Ketika
berada di sekitar segala bunyi yang mengganggu telinga-telinga anda (concert,
acara olahraga, berburu) pakailah pelindung pendengaran atau mengurangi
tingkat-tingkat bunyi.
9. Bahkan
bunyi-bunyi setiap hari, seperti blow untuk mengeringkan rambut anda atau
menggunakan pemotong rumput, dapat memerlukan perlindungan. Siapkan
sumbat-sumbat telinga atau penutup-penutup telinga untuk aktivitas-aktivitas
ini.
6.
CARA PENGOBATAN MENIERE
Tidak ada obat
untuk penyakit Meniere, tetapi sejumlah cara dapat membantu
mengelola gejala-gejalanya. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan penderita
penyakit Meniere merespon terhadap pengobatan, meskipun gangguan pendengaran
jangka panjang sulit dicegah.
a.
Obat untuk
vertigo
Dokter mungkin
meresepkan obat yang harus diambil selama vertigo untuk mengurangi parahnya
gejala:
1. Obat penyakit
gerakan seperti meclizine (Antivert) atau diazepam (Valium) dapat mengurangi
sensasi berputar yang diakibatkan vertigo dan membantu mengontrol mual dan
muntah.
2. Obat anti mual seperti
prometazin dapat mengontrol mual dan muntah selama mengalami vertigo.
b.
Pengobatan
jangka panjang
Dokter akan
meresepkan obat untuk memperlancar buang air kecil (diuretik) seperti kombinasi
obat triamterene dan hidroklorotiazid. Mengurangi jumlah cairan tubuh dapat
membantu mengatur volume cairan dan tekanan di telinga bagian dalam.
Bagi sebagian
orang, diuretik membantu mengendalikan tingkat keparahan dan frekuensi gejala penyakit
Meniere.
Karena obat
diuretik menyebabkan lebih sering buang air kecil, tubuh bisa kehabisan mineral
tertentu. Jika meminum obat diuretik, pastikan setiap minggu memakan tiga atau
empat porsi ekstra makanan kaya kalium seperti pisang, melon, jeruk, bayam dan ubi
jalar.
c.
Terapi dan
prosedur noninvasif
Beberapa penderita Meniere dapat
menjalani terapi dan prosedur noninvasif seperti:
1. Rehabilitasi.
Jika
mengalami masalah dengan keseimbangan tubuh selama mengalami ertigo,
rehabilitasi vestibular akan sangat membantu. Tujuan dari terapi ini adalah
untuk membantu tubuh dan otak mengembalikan kemampuan untuk memproses informasi
dengan benar.
2. Alat
bantu pendengaran
Dokter bisa
merujuk ke audiolog untuk mendiskusikan apakah alat bantu pendengaran dapat
menjadi pilihan terbaik.
3. Perangkat
Meniett.
Perangkat
yang disebut generator pulsa Meniett memberikan tekanan ke saluran telinga
melalui tabung ventilasi. Pengobatan ini dilakukan di rumah tiga kali sehari
selama lima menit.
d.
Suntikan obat
ke telinga bagian tengah
Obat disuntikkan ke dalam
telinga tengah dan kemudian diserap ke dalam telinga bagian dalam untuk
memperbaiki gejala vertigo:
1. Gentamisin, antibiotik yang
meracuni ke telinga dalam, mengurangi keseimbangan telinga. Metode ini sering
berhasil mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan vertigo. Risikonya, terjadi
gangguan pendengaran lebih lanjut.
2. Steroid juga dapat membantu
mengendalikan serangan vertigo pada beberapa orang. Meskipun deksametason
sedikit kurang efektif dibanding gentamisin, deksametason lebih kurang
berisiko.
e. Operasi
Jika serangan
vertigo yang berhubungan dengan penyakit Meniere sangat parah
dan perawatan lainnya tidak dapat membantu, operasi nampaknya menjadi pilihan.
Prosedurnya meliputi:
1.
Prosedur kantung Endolimfatik.
Kantung
endolimfatik berperan dalam mengatur kadar cairan telinga dalam.
Prosedur-prosedur bedah dapat mengurangi vertigo dengan mengurangi produksi
cairan atau meningkatkan penyerapan cairan.
2.
Dalam dekompresi endolimfatik kantung, sebagian kecil
tulang akan dihapus dari kantung endolimfatik.
Dalam beberapa
kasus, prosedur ini ditambah dengan penempatan shunt, yaitu tabung yang
mengalirkan cairan yang berlebihan dari telinga bagian dalam.
3.
Bagian vestibular saraf.
Prosedur ini
melibatkan pemotongan saraf yang menghubungkan sensor keseimbangan dan gerakan
dalam telinga bagian dalam ke otak (saraf vestibular). Prosedur ini biasanya
mampu memperbaiki gangguan vertigo.
4.
Labyrinthectomy.
Ahli bedah
menghapus sebagian atau seluruh telinga bagian dalam, sehingga membebaskan alat
keseimbangan dan fungsi pendengaran dari telinga yang terkena. Prosedur ini
dilakukan hanya jika sudah terjadi gangguan pendengaran dekat atau total.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar