Kamis, 09 Januari 2014

proposal




PROPOSAL PENELITIAN
Pengaruh Terapi Bekam sebagai Solusi Mengatasi Radikal Bebas akibat Rokok  di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan
(Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah BI 1103 Bahasa Indonesia)







Disusun Oleh :
KELOMPOK 3
1.      NURUL KOMARIYAH                                          NIM. 13142010177
2.      MIRANDA FITRAH BELA                                   NIM. 13142010170
3.      AUFA AFRIYANTI                                                            NIM. 13142010156
4.      ANDRY TRIADI                                                     NIM. 13142010153
5.      MEMET WAHYU F                                                            NIM. 13142010169
KELAS 1C
SekolahTinggiIlmuKesehatan Ngudia Husada Madura
Program Studi S1Keperawatan
Desember2013

 


1.      Latar Belakang
Ada banyak metode pengobatan yang berkembang di dunia. Secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pengobatan moderen (kedokteran moderen) dan pengobatan alamiah. Kedua metode pengobatan tersebut mengalami tren peningkatan saat ini, tidak hanya di Indonesia namun juga di negara-negara lain. Salah satu jenis metode pengobatan alamiah saat ini adalah terapi bekam. Kini metode pengobatan ini berkembang hampir ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.
Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih kurang 240 juta mayoritas umat Islam meyakini bahwa bekam adalah tuntutan agama dan ajaran Rasulullah SAW. Hal ini terdapat dalam salah satu hadis Rasulullah SAW yang artinya “Sesungguhnya cara pengobatan yang paling ideal yang kalian pegunakan adalah hijamah (bekam)”. (Shahih Bukhori an Muslim)[1]
Teknik pengobtan hijamah adalah suatu proses membuang darah merah yang rusak oleh radikal bebas (toksid/racun) yang berbahaya dari dalam tubuh melalui bawah permukaan kulit. Toksid/toksin adalah endapan racun/zat kimia yang tidak bisa diuraikan oleh tubuh. Darah kotor adalah darah yang mengandung toksid/racun, atau darah statis yang menyumbat peredaran darah sehingga sistem peredaran darah tidak dapat berjalan lancar. “Toksid dalam tubuh manusia dapat berasal dari: pencemaran udara, fast food, kebiasaan buruk seperti merokok, obt-obatan kimia, karena mempunyai efek merusak organ atau mikroba yang normal dalam tubuh”. (Kathur S. Dan Aminah Sy. 2006)[2]
Indonesia merupakan negara terbesar ketiga pengguna rokok, dengan jumlah perokok sekitar 60 juta jiwa (26%) dari 230 juta jiwa penduduknya.[3] Maka dari itu, penggunaan terapi bekam disinyalir dapat mengatasi radikal bebas yang ditimbulkan oleh rokok.

2.      Dasar Pemikiran
Prof. Canteil dari Perancis: “Interferon bertambah setelah bekam dan organ kekebalan tubuh semakin kuat setelah bekam”. Dr. Kawa Kurwawa dari Jepang: “Bekam dapat menyembuhkan penyakit karena bekam membersihkan tubuh dari endapan darah yang mati dan sudah tidak mengikat oksigen”.[4] Berangkat dari kedua pendapat tersebut dan kondisi objektif di lapangan tentang tingginya bahaya radikal bebas yang ditimbulkan oleh rokok, penulis akan melakukan penelitian objektif yang berjudul Pengaruh Terapi Bekam sebagai Solusi Mengatasi Radikal Bebas akibat Rokok  di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan.
3.      Permasalahan
Dari judul yang kami ambil di atas, permasalahan objektif tentang Pengaruh Terapi Bekam sebagai Solusi Mengatasi Radikal Bebas akibat Rokok di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan terdiri atas:
1)      Perkembangan metode pengobatan di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan
2)      Terapi bekam merupakan salah satu jenis pengobatan alamiah
3)      Terapi bekam menurut pandangan agama Islam
4)      Radikal bebas dapat ditimbulkan oleh rokok
5)      Terapi bekam dapat mengatasi radikal bebas
4.      Pembatasan Masalah
Dari permasalahan-permasalahan yang terjadi di atas, penulis memilih unsur:
1)      Perkembangan metode pengobatan di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan mengalami tren peningkatan;
2)      Radikal bebas dapat ditimbulkan oleh rokok; dan
3)      Terapi bekam dapat mengatasi radikal bebas.
Pemilihan unsur-unsur tersebut di atas dikarenakan metode pengobatan di dunia yang terus mengalami peningkatan. Baik  pengobatan medis maupun pengobatan alamiah. Salah satu contoh pengobatan alamiah yang mengalami peningkatan cukup pesat saat ini adalah terapi bekam. Terapi ini disinyalir dapat mengatasi radikal bebas yang ditimbulkan oleh rokok.
5.      Rumusan Masalah
1)      Bagaimana perkembangan metode pengobatan di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan?
2)      Apakah rokok dapat menimbulkan radikal bebas dalam tubuh?
3)      Apakah terapi bakam dapat mengatasi radikal bebas?
6.      Hipotesis
1)      Perkembangan metode pengobatan di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan mengalami tren peningkatan
2)      Rokok dapat menimbulkan radikal bebas dalam tubuh
3)      Terapi bekam berpengaruh untuk mengatasi radikal bebas
7.      Tujuan Penelitian
7.1.Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam sebagai solusi mengatasi radikal bebas akibat rokok  di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan.
7.2.Tujuan Khusus
1)      Untuk mengetahui perkembangan metode pengobatan di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan
2)      Untuk mengetahui penyebab timbulnya radikal bebas
3)      Untuk mengetahui pengaruh terapi bekam untuk mengatasi radikal bebas
8.      Manfaat Penelitian dan Hasil yang Diharapkan
8.1.Manfaat Untuk Institusi pendidikan (kampus)
Dapat menambah referensi bagi perpustakaan dan menjadi data awal bagi peneliti selanjutnya.
8.2.Manfaat Untuk Pemerintah Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan
Dapat lebih memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan khususnya masalah radikal bebas yang disebabkan oleh rokok di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan.
8.3.Manfaat Untuk Peneliti
Sebagai penambah ilmu pengetahuan dan pengalaman khususnya untuk masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok dan manfaat dari terapi bekam.
9.      Metode dan Teknik Penelitian
9.1.Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode:
1)      Metode Deskriptif, yaitu metode penelitian dengan cara pengumpulan data, pengklasifikasian data, dan penarikan kesimpulan.
2)      Studi Pustaka, yaitu metode penelitian yang menggunakan sumber acuan (referensi) yang sesuai dengan penelitian ini sebagai landasan teori dari penelitian.
9.2.Teknik Penelitian
1)      Observasi, yaitu teknik penelitian yang melakukan observasi (pengamatan) secara langsung pada objek penelitian.
2)      Random Sampling (sampel acak), yaitu pengambilan sampel (contoh) secara acak dari objek yang akan diteliti.
3)      Kuisionari (questionary), yaitu pengambilan dan pengolahan data penelitian dengan cara memberikan sejumlah daftar pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian ini kepada responden yang bisa dianggap mewakili populasi responden yang lebih luas.
10.  Sasaran Penelitian
Remaja adalah waktu di mana manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak dapat disebut telah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Menurut WHO (1995): “Usia remaja adalah antara 10-18 tahun”.[5]
Adapun sasaran (objek) penelitian ini adalah remaja yang berusia lebih kurang 10 hingga 18 tahun yang berlokasi di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan.
Hal ini dikarenakan berdasarkan data badan kesehatan dunia (WHO) tahun 2008: “Sekitar 70 persen remaja Indonesia, terpapar asap rokok dan menanggung risiko penyakit akibat rokok”.[6]
11.  Asumsi
Bekam adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Teknik pengobatan bekam adalah suatu proses membuang darah merah yang rusak oleh radikal bebas (toksid/racun) yang berbahaya dari dalam tubuh melalui permukaan kulit.
12.  Penegasan Judul
Untuk menghindari perbedaan persepsi (pengertian) tentang judul di atas, penulis perlu memberikan pembatasan dan penegasan tentang pengertian judul dalam penelitian ini yang kami ambil dari sumber www.kamusbesar.com[7] sebagai berikut:
Pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.
Terapi adalah usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit; pengobatan penyakit; perawatan penyakit
Bekam adalah mengeluarkan (memantik) darah dari badan orang (dengan menelungkupkan mangkuk yang diisi api pada kulit sehingga kulit menjadi bengkak, kemudian digores dengan benda tajam supaya darahnya keluar
Sebagai adalah kata depan untuk menyatakan status
Solusi adalah penyelesaian; pemecahan masalah; jalan keluar
Mengatasi adalah menanggulangi; menyelesaikan
Radikal adalah gugus atom yang dapat masuk ke dalam berbagai reaksi sebagai satu satuan, yang bereaksi seakan-akan satu unsur saja
Bebas adalah tidak terikat atau terbatas oleh aturan
Akibat adalah sesuatu yg merupakan akhir atau hasil suatu peristiwa (perbuatan, keputusan); persyaratan atau keadaan yang mendahuluinya
Rokok adalah gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun nipah, kertas)
Di adalah kata depan untuk menandai tempat
Kelurahan adalah daerah pemerintahan yang paling bawah yangg dipimpin oleh seorang lurah
Mlajah adalah nama kelurahan
Kabupaten adalah daerah swatantra tingkat II yang dikepalai oleh bupati, setingkat dengan kota madya, merupakan bagian langsung dari provinsi yang terdiri atas beberapa kecamatan
Bangkalan adalah nama kabupaten







13.  Penutup
Demikian proposal penelitian ini. Besar harapan penulis semoga Bapak/Ibu berkenan mengabulkan proposal yang penulis ajukan ini. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu, penulis mengucapkan terima kasih.
                                                                                   

Dibuat di: Bangkalan
Tanggal: 18 Desember 2013
Yang membuat,



Penulis




















Daftar Pustaka
Widada, Wahyudi. 2011. Terapi Bekam. Bandung: Lubuk Agung
www.kamusbesar.com diakses pada tanggal 13 Desember 2013 dan pada pukul 10:15 WIB



[1] Wahyudi Widada, Terapi bekam (Jakarta, 2011), hal. 2.

[2] Wahyudi Widada, Terapi bekam (Jakarta, 2011), hal. 6.

[3] (http://infokito.wordpress.com) diakses pada tanggal 18 Desember 2013 pada pukul 12:40 WIB
[4] Wahyudi Widada, Terapi Bekam (Jakarta, 2011), hal. 14.
[5] Lukmanul Hakim, et. al.,, Makalah Ilmu Keperawatan Dasar II Konsep, Tahap, Karakteristik Pertumbuhan dan Perkembangan, serta Tugas Perkembangan pada Remaja (Bangkalan, 2011), hal. 1.
[6]  (http://infokito.wordpress.com) diakses pada tanggal 18 Desember 2013 pada pukul 12:40 WIB
[7] www.kamusbesar.com diakses pada tanggal 13 Desember 2013 dan pada pukul 10:15 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar