PROPOSAL PENELITIAN
Pengaruh Terapi Bekam sebagai Solusi Mengatasi Radikal Bebas akibat Rokok di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan
(Tugas ini dibuat untuk memenuhi
tugas Mata Kuliah BI 1103 Bahasa Indonesia)
Disusun
Oleh :
KELOMPOK
3
1.
NURUL KOMARIYAH NIM.
13142010177
2.
MIRANDA FITRAH BELA NIM.
13142010170
3.
AUFA AFRIYANTI NIM.
13142010156
4.
ANDRY TRIADI NIM.
13142010153
5.
MEMET WAHYU F NIM.
13142010169
KELAS 1C
SekolahTinggiIlmuKesehatan
Ngudia Husada Madura
Program
Studi S1Keperawatan
Desember2013
1. Latar
Belakang
Ada banyak metode pengobatan yang berkembang di
dunia. Secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pengobatan
moderen (kedokteran moderen) dan pengobatan alamiah. Kedua metode pengobatan
tersebut mengalami tren peningkatan saat ini, tidak hanya di Indonesia namun
juga di negara-negara lain. Salah satu jenis metode pengobatan alamiah saat ini
adalah terapi bekam. Kini metode pengobatan ini berkembang hampir ke seluruh
penjuru dunia termasuk Indonesia.
Penduduk Indonesia yang berjumlah lebih kurang 240
juta mayoritas umat Islam meyakini bahwa bekam adalah tuntutan agama dan ajaran
Rasulullah SAW. Hal ini terdapat dalam salah satu hadis Rasulullah SAW yang
artinya “Sesungguhnya cara pengobatan yang paling ideal yang kalian pegunakan
adalah hijamah (bekam)”. (Shahih
Bukhori an Muslim)[1]
Teknik pengobtan hijamah adalah suatu proses
membuang darah merah yang rusak oleh radikal bebas (toksid/racun) yang
berbahaya dari dalam tubuh melalui bawah permukaan kulit. Toksid/toksin adalah
endapan racun/zat kimia yang tidak bisa diuraikan oleh tubuh. Darah kotor
adalah darah yang mengandung toksid/racun, atau darah statis yang menyumbat
peredaran darah sehingga sistem peredaran darah tidak dapat berjalan lancar. “Toksid
dalam tubuh manusia dapat berasal dari: pencemaran udara, fast food, kebiasaan
buruk seperti merokok, obt-obatan kimia, karena mempunyai efek merusak organ
atau mikroba yang normal dalam tubuh”. (Kathur S. Dan Aminah Sy. 2006)[2]
Indonesia merupakan negara terbesar ketiga pengguna
rokok, dengan jumlah perokok sekitar 60 juta jiwa (26%) dari 230 juta jiwa
penduduknya.[3]
Maka dari itu, penggunaan terapi bekam disinyalir dapat mengatasi radikal bebas
yang ditimbulkan oleh rokok.
2. Dasar
Pemikiran
Prof.
Canteil dari Perancis: “Interferon
bertambah setelah bekam dan organ kekebalan tubuh semakin kuat setelah bekam”. Dr. Kawa Kurwawa dari Jepang: “Bekam dapat menyembuhkan penyakit
karena bekam membersihkan tubuh dari endapan darah yang mati dan sudah tidak
mengikat oksigen”.[4]
Berangkat dari kedua pendapat tersebut dan kondisi objektif di lapangan tentang
tingginya bahaya radikal bebas yang ditimbulkan oleh rokok, penulis akan
melakukan penelitian objektif yang berjudul Pengaruh Terapi Bekam sebagai Solusi Mengatasi
Radikal Bebas akibat Rokok di Kelurahan Mlajah
Kabupaten Bangkalan.
3. Permasalahan
Dari
judul yang kami ambil di atas, permasalahan objektif tentang Pengaruh
Terapi Bekam sebagai Solusi Mengatasi Radikal Bebas akibat Rokok di Kelurahan
Mlajah Kabupaten Bangkalan terdiri
atas:
1)
Perkembangan
metode pengobatan di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan
2)
Terapi bekam
merupakan salah satu jenis pengobatan alamiah
3)
Terapi bekam
menurut pandangan agama Islam
4)
Radikal bebas
dapat ditimbulkan oleh rokok
5)
Terapi bekam
dapat mengatasi radikal bebas
4. Pembatasan
Masalah
Dari
permasalahan-permasalahan yang terjadi di atas, penulis memilih unsur:
1)
Perkembangan metode pengobatan di
Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan mengalami tren peningkatan;
2)
Radikal bebas
dapat ditimbulkan oleh rokok; dan
3)
Terapi bekam
dapat mengatasi radikal bebas.
Pemilihan unsur-unsur tersebut di atas dikarenakan
metode pengobatan di dunia yang terus mengalami peningkatan. Baik pengobatan medis maupun pengobatan alamiah.
Salah satu contoh pengobatan alamiah yang mengalami peningkatan cukup pesat
saat ini adalah terapi bekam. Terapi ini disinyalir dapat mengatasi radikal
bebas yang ditimbulkan oleh rokok.
5. Rumusan
Masalah
1) Bagaimana
perkembangan metode pengobatan di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan?
2) Apakah
rokok dapat menimbulkan radikal bebas dalam tubuh?
3) Apakah
terapi bakam dapat mengatasi radikal bebas?
6. Hipotesis
1) Perkembangan
metode pengobatan di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan mengalami tren
peningkatan
2) Rokok
dapat menimbulkan radikal bebas dalam tubuh
3) Terapi
bekam berpengaruh untuk mengatasi radikal bebas
7. Tujuan
Penelitian
7.1.Tujuan
Umum
Untuk
mengetahui pengaruh terapi bekam sebagai solusi mengatasi radikal bebas akibat
rokok di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan.
7.2.Tujuan Khusus
1) Untuk
mengetahui perkembangan metode pengobatan di Kelurahan Mlajah Kabupaten
Bangkalan
2) Untuk
mengetahui penyebab timbulnya radikal bebas
3) Untuk
mengetahui pengaruh terapi bekam untuk mengatasi radikal bebas
8. Manfaat
Penelitian dan Hasil yang Diharapkan
8.1.Manfaat Untuk Institusi pendidikan
(kampus)
Dapat menambah referensi bagi perpustakaan dan menjadi data
awal bagi peneliti selanjutnya.
8.2.Manfaat Untuk Pemerintah Kelurahan
Mlajah Kabupaten Bangkalan
Dapat lebih memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan
masalah kesehatan khususnya masalah radikal bebas yang disebabkan oleh rokok di
Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan.
8.3.Manfaat Untuk Peneliti
Sebagai penambah ilmu pengetahuan dan pengalaman khususnya
untuk masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kebiasaan merokok dan manfaat dari
terapi bekam.
9. Metode
dan Teknik Penelitian
9.1.Metode
Penelitian
Penelitian
ini menggunakan metode:
1) Metode
Deskriptif, yaitu metode penelitian dengan cara pengumpulan data,
pengklasifikasian data, dan penarikan kesimpulan.
2) Studi
Pustaka, yaitu metode penelitian yang menggunakan sumber acuan (referensi) yang
sesuai dengan penelitian ini sebagai landasan teori dari penelitian.
9.2.Teknik
Penelitian
1) Observasi,
yaitu teknik penelitian yang melakukan observasi (pengamatan) secara langsung
pada objek penelitian.
2) Random
Sampling (sampel acak), yaitu pengambilan sampel (contoh) secara acak dari
objek yang akan diteliti.
3) Kuisionari
(questionary), yaitu pengambilan dan pengolahan data penelitian dengan cara
memberikan sejumlah daftar pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian ini
kepada responden yang bisa dianggap mewakili populasi responden yang lebih
luas.
10. Sasaran
Penelitian
Remaja adalah
waktu di mana manusia berumur belasan tahun. Pada masa remaja manusia tidak
dapat disebut telah dewasa tetapi tidak dapat pula disebut anak-anak. Menurut
WHO (1995): “Usia
remaja adalah antara 10-18 tahun”.[5]
Adapun
sasaran (objek) penelitian ini adalah remaja yang berusia lebih kurang 10
hingga 18 tahun yang berlokasi di Kelurahan Mlajah Kabupaten Bangkalan.
Hal
ini dikarenakan berdasarkan data badan kesehatan dunia (WHO) tahun 2008: “Sekitar 70 persen remaja Indonesia,
terpapar asap rokok dan menanggung risiko penyakit akibat rokok”.[6]
11. Asumsi
Bekam
adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah dari dalam tubuh
melalui permukaan kulit. Teknik pengobatan bekam adalah suatu proses membuang
darah merah yang rusak oleh radikal bebas (toksid/racun) yang berbahaya dari
dalam tubuh melalui permukaan kulit.
12. Penegasan
Judul
Untuk
menghindari perbedaan persepsi (pengertian) tentang judul di atas, penulis
perlu memberikan pembatasan dan penegasan tentang pengertian judul dalam
penelitian ini yang kami ambil dari sumber www.kamusbesar.com[7]
sebagai berikut:
Pengaruh adalah daya yang ada atau
timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau
perbuatan seseorang.
Terapi adalah usaha
untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit; pengobatan penyakit;
perawatan penyakit
Bekam adalah mengeluarkan
(memantik) darah dari badan orang (dengan menelungkupkan mangkuk yang diisi api
pada kulit sehingga kulit menjadi bengkak, kemudian digores dengan benda tajam
supaya darahnya keluar
Sebagai adalah kata
depan untuk menyatakan status
Solusi adalah penyelesaian; pemecahan masalah; jalan keluar
Mengatasi
adalah menanggulangi; menyelesaikan
Radikal adalah gugus atom
yang dapat masuk ke dalam berbagai reaksi sebagai satu satuan, yang bereaksi
seakan-akan satu unsur saja
Bebas adalah tidak
terikat atau terbatas oleh aturan
Akibat adalah sesuatu
yg merupakan akhir atau hasil suatu peristiwa (perbuatan, keputusan);
persyaratan atau keadaan yang mendahuluinya
Rokok adalah gulungan
tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun nipah, kertas)
Di adalah kata depan untuk menandai tempat
Kelurahan
adalah daerah
pemerintahan yang paling bawah yangg dipimpin oleh seorang lurah
Mlajah adalah nama kelurahan
Kabupaten
adalah daerah
swatantra tingkat II yang dikepalai oleh bupati, setingkat dengan kota madya,
merupakan bagian langsung dari provinsi yang terdiri atas beberapa kecamatan
Bangkalan
adalah nama kabupaten
13. Penutup
Demikian proposal penelitian ini. Besar harapan penulis semoga Bapak/Ibu berkenan mengabulkan proposal
yang penulis ajukan ini. Atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu, penulis
mengucapkan terima kasih.
|
|
Dibuat di: Bangkalan
Tanggal: 18 Desember 2013
Yang membuat,
Penulis
|
Daftar
Pustaka
http://infokito.wordpress.com/2008/12/06/penduduk-indonesia-terbesar-ketiga-pengguna-rokok/ diakses pada tanggal 18 Desember 2013 pada
pukul 12:40 WIB
Widada,
Wahyudi. 2011. Terapi Bekam. Bandung: Lubuk Agung
[5] Lukmanul Hakim, et. al.,, Makalah Ilmu Keperawatan Dasar II Konsep, Tahap, Karakteristik
Pertumbuhan dan Perkembangan, serta Tugas Perkembangan pada Remaja (Bangkalan, 2011), hal. 1.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar